Sosok

Biografi Francis Bacon, Filsuf yang Sangat Mempengaruhi Peradaban

Francis Bacon
“Some books should be tasted, some devoured, but only a few should be chewed and digested thoroughly.” - Sir Francis Bacon

Pewartanusantara.com – Pada abad pertengahan, di negara Prancis hidup seorang tokoh filsafat yang amat mempengarui peradapan yaitu Francis Bacon. Francis Bacon adalah salah satu tokoh bangsawan inggris yang merangkap sebagai tenaga administrator negara. Akibat kiprahnya yang malang melintang dalam perkembangan filsafat banyak yang penasaran dengan biografi Francis Bacon. Berikut ulasannya.

Riwayat Hidup Francis Bacon

Francis Bacon adalah filosof yang lahir pada 22 Januari tahun 1561. Tokoh ini dilahirkan di negara Inggris, tepatnya di wilayah Londoon sebelum memulai karirnya di negara Italia. Francis adalah salah seorang pemeluk aliran Empirisme selama hidupnya. Akibat aliran yang dianutnya tersebut banyak yang menyebut Trancis seorang filosof Renaisans.

Francis Bacon, sebelum memulai debut awalnya, pernah mengenyam pendidikan di beberapa perguruan tinggi umum, salah satunya universitas Cambridge. Francis adalah seorang yang terkenal gigih dalam belajar sejak kecil. Beliau pun pernah menjadi siswa di Trinity College. Walaupun Francis Bacon seorang filosof ternama, tapi beliau seorang anak pelayan kepercayaan ratu inggris.  

Saat menginjak umur enam belas tahun, Francis Bacon pertama kali bekerja menjadi seorang staff pada kantor kedutaan besar Inggris yang ada di negara Prancis. Saat usia Bacon memasuki delapan belas tahun beliau ditinggal mati oleh ayahnya tanpa warisan yang berarti. Banyak yang beranggapan Francis Bacon memutuskan terjun ke dunia politik.

Setelah ditinggal mati ayahnya di tahun berikutnya Francis Bacon bisa menjadi seorang advokat ternama di Prancis. Perjalanan Bacon tidak hanya sampai disitu saja, beliau pernah melakukan percobaan pengawetan makanan memakai salju. Akibat ide gilanya tersebut Bacon menderita penyakit Bronkitis dan akhirnya meninggal pada 9 April tahun 1626.

Pemikiran Francis Bacon

Pada biografi Francis Bacon tercatat bahwa ia meninggal di usia sekitar 65 tahun dengan berbagai pengaruh dan pemikiran untuk perkembangan kebudayaan. Pemikiran Francis Bacon pada umumnya terilhami oleh tokoh filsuf sebelumnya. Tokoh yang berpengaruh pada perkembangan pemikiran Bacon antara lain William Gilbert, Democritus, saudaranya Roger Bacon dan masih banyak lagi.

Bacon terkenal di buku filsafat sebagai filsuf yang mengenalkan pertama kali konsep empirisme. Pada ilmu sains, konsep empirisme menjadi tonggak dasar pembelajarannya sampai sekarang. Beberapa karya dan hasil pemikirannya telah dituangkan pada setiap metode eksperimen Sains. Konsep metode yang beliau cetuskan ini lebih terkenal dengan julukan metode Bacon.

Selain menjadi pengenal konsep empiris, Bacon juga mengenalkan konsep teknologi. Konsep teknologi menurut Bacon adalah sebuah karya yang tidak hanya dapat dinikmati sekarang secara bebas. Konsep teknologi yang Bacon kenalkan mengusung tema tiruan alam dan membuat replika alam buatan pertama kali di dunia.

“Some books should be tasted, some devoured, but only a few should be chewed and digested thoroughly.”

Sir Francis Bacon

Pengaruh Francis Bacon

Francis Bacon selain memiliki pemikiran-pemikiran yang membangun juga memiliki ciri khas profokator yang tinggi. Bacon menjadikan pemikirannya sebagai alat untuk mempengaruhi sekaligus mengubah pemikiran orang lain. Sifat francis ini sangat terlihat setelah munculnya beberapa filsuf yang terinspirasi dari pemikirannya seperti Thomas dan John Locke.

Menurut beberapa literasi yang memaparkan biografi Francis Bacon, beliau juga mempengaruhi perkembangan ilmu sains, teologi dan politik. Pada ilmu sains sudah banyak pemikirannya yang diakui salah satunya konsep empiris. Dalam segi teologi, Francis menjadi seseorang yang mengawali perdebatan tentang tuju macam kesenian mekanik. Kesenian yang dimaksud tersebut diantaranya seni olah bahasa dan seni tradisional daerah. Menurutnya kesenian mekanik dapat diakulturasikan dalam seni tradisional sehingga membentuk ilmu pengetahuan baru untuk pembelajaran generasi berikutnya. Dalam hal ini, Francis Bacon seorang adalah filsuf alam ini telah mengubah visi masyarakat dari kuno menjadi lebih modern.

Baca juga: Biografi Thomas More, Ahli Hukum Kontriversial dari London

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.