Pewarta Nusantara

Mengenal Festival Reog Ponorogo Jawa Timur

Festival Reog Ponorogo Jawa timur
Festival Reog Ponorogo Jawa timur

Lebih dari 21 kelompok seni Tari Reog unjuk kebolehan dalam keterampilan yang disertai dengan belasan seniman Reog dari berbagai pelosok tanah air. Dengan Festival Reog Ponorogo ini, selain bersilaturahim, mereka juga diharapkan untuk bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman masing-masing.

Festival Reog Ponorogo Jawa timur
Festival Reog Ponorogo Jawa timur

Festival Reog Ponorogo adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan Setiap menjelang Bulan Suro atau Bulan Muharam sama sepert Festiva Tabuik di Pariaman, yakni saat menyambut tahun baru Islam, masyarakat Ponorogo Jawa Timur selalu menggelar Festival Reog Nasional di Alun-Alun Ponorogo dalam rangka Grebeg Suro. Reog lahir di ponorogo dan kini kesenian tersebut telah dikenal oleh dunia. Festival ini diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh Indonesia. Diantaranya ada dari Jogja, Gunungkidul, Madiun, Malang, Kediri, Surabaya dan daerah lainnya.

(Baca Juga: Festival Tabuik)

Kabupaten Ponorogo kerap dijuluki sebagai Kota Reog atau Bumi Reog. hal ini dikarenakan, di daerah ponorogo lahir kesenian Reog yang kini telah mendunia. Kesenian Reog menjadi ikon kebanggaan masyarakat Ponorogo dan hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Menjelang Bulan Suro, masyarakat Ponorogo Jawa Timur rutin menggelar Festival Reog Nasional di Alun-alun Ponorogo dalam rangka pesta rakyat Grebeg Suro. Biasanya, perayaan tersebut dilangsungkan setiap tahun. dan tahun ini kemungkinan akan dihelat pada di bulan Oktober. Festival Reog ini diikuti oleh berbagai peserta dari seluruh wilayah di Indonesia. Ada yang berasal dari Madiun, Kediri, Yogyakarta, Gunung Kidul, Jember, Wonogiri, Surabaya dan Malang.

Festival Reog Ponorogo Jawa timur
Festival Reog Ponorogo Jawa timur

Lebih dari 21 kelompok seni Tari Reog unjuk kebolehan dalam keterampilan yang disertai dengan belasan seniman Reog dari berbagai pelosok tanah air. Dengan Festival ini, selain bersilaturahim, mereka juga diharapkan untuk bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman masing-masing. Pementasan Tari Reog dibawakan bergantian sesuai urutan acak selama lima hari dalam serangkaian kegiatan kebudayaan tersebut. Penilaian pada setiap penampilan pesertanya, didasarkan pada keterampilan menari Reog, koreografi yang menarik, dan kekompakan. Festival di Ponorogo ini menjadi lebih meriah sejak para pesertanya bersaing untuk memperebutkan Piala Presiden.

Sebagaimana pada malam puncak pagelaran Festival Reog Nasional di tahun-tahun sebelumnya, dimana perhelatannya begitu megah bak konser kelas dunia. Tahun ini pun penataan panggung, tempat duduk penonton, serta puluhan fotografer dan wartawan yang meliput kegiatan ini, semuanya dikemas secara profesional. Sekarang ini, Festival Reog Ponorogo telah merambah menuju kancah Internasional. Terlebih, setelah UNESCO telah mengakui Kesenian Reog sebagai salah satu warisan budaya dunia yang patut untuk dilestarikan bersama.

Nonton Streaming TV Online.
Erniyati Khalida

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.

Advertisement

Advertisement