Sosok

Epikuros dan Pengaruhnya dalam Dunia Filsafat

Epikuros
Epikuros dan Epikurianisme

Pewartanusantara.com – Penekun filsafat pasti sudah tidak asing dengan filsuf Yunani Kuno, Epikuros. Sosok Epikuros dikenal sebagai seorang filsuf yang mengajarkan epikureanisme. Dalam ajarannya, beliau menekankan konsep ataraxia sebagai tujuan filsafat. Pemikiran epikuros memiliki daya tarik tersendiri yang dituangkan dalam karyanya, sehingga biografi Epikuros juga diminati pula oleh pembaca.

Kiprahnya di dunia filsafat memberikan kontribusi dalam berkembangnya pemikiraan aliran filsafat. Berikut sedikit ulasan dalam mengenal epikuros dan biografinya

Riwayat Hidup Epikuros

Sejarah mencatat bahwa Epikuros lahir pada Febuari 341 SM di sebuah pemukiman kelompok orang Athena, Pulau Samos. Berdasarkan hal ini, kelahiran Epikuros terhitung tujuh tahun dari meninggalnya filsuf besar Plato.

Sama halnya dengan anak laki-laki yunani kuno lainnya, Epikuros juga memperoleh pendidikan sedari dini. Pendidikan yang diaksud merupakan bekal dari ilmu pengetahuan dalam bidang dialektika, geometri, dan retorika.

Epikuros mulai mnegjar di Mitilene pada usia sekitar 30 tahun. Kiprahnya dalam dunia pendidikan nyatanya tidak sebaik yang beliau harapkan. Beberapa sumber menyatakan bahwa tidak ada alasan yang jelas mengapa Epikuros dinilai meresahkan rakyat Mitilene. Hal ini selanjutnya membuat Epikuros terpaksa harus meninggalkan Militene.

Meski karirnya dalam dunia pendidikan sempat tersandung, Epikuros justru mendirikan sekolah di tempat barunya di Lampsakos. Beberapa muridnya yang dinilai pengikut ajaran epikurianisme yang dibawanya antara lain adalah Poliainos, Hermarkos, Idomeneus, serta Metrodoros.

Dalam biografi Epikuros tercatat bahwa beliau meninggal pada tahun 270 SM saat umurnya 72 tahun. Beliau meninggal akibat sakit yang dideritanya yaitu batu saluran kemih. Sepeninggalannya, Epikuros meninggalkan banyak budaya dan ajaran bagi para murid dan keluarganya.

Epikuros dan Epikurianisme

Selain riwayat, hal penting lain dari Epikuros adalah aliran ajaran filsafatnya. Epikuros mengembangkan epistemologi dalam setiap karya filsafatnya. Sama halnya dengan Aristoteles, Epikuros mendasarkan setiap gagasan teorinya pada empirisme. Pemodelan berfikir yang demikian disebut sebagai epikurianisme, yaitu sebuah paham filsafat yang dikembangkan oleh epikuros

Gagasan berpikir yang dibawakan oleh filsuf Epikuros menekankan pada pengalaman indrawi manusia. Epikurianisme menekankan bahwa tujuan filsafat adalah terbebas dari kegelisahan, ketakutan, dan kecemasan. Ajaran epikurianisme mencapai masa emasnya pada tahun terakhir Republik Romawi.

Epikurianisme yang diajarkan Epikuros menekankan dalam beberapa gagasan penting yaitu ataraxia, aponia, penyimpangan atom, dan kenikmatan bergerak serta diam. Sama dengan pemikiran filsafat lain yang memiliki sifat kontra dengan ajarannya, Epikuranisme juga demikian. Meskipun begitu, Epikurianisme selanjutnya mempengaruhi filsafat yang dibawakan oleh John Locke dan Karl Marx.

Karya Epikuros

Pemikiran Epikuros dipengaruhi oleh aliran filsafat dari Democritus. Setiap pemikiran yang didapati oleh Epikuros dituangkan dalam tulisan karya-karyanya, baik yang dibukukan maupun tidak. Biografi Epikuros mencatat karyanya cukup berpengaruh dalam perkembangan dunia filsafat. Hal ini dibuktikan bahwa ajaran Epikuros tetap eksis dalam tulisan-tulisan karya muridnya setelah epikuros meninggal.

Sejumlah karya epikuros ditemukan dalam kondisi tidak utuh atau menghilang pada beberapa bagiannya. Karya epikuros yang masih utuh antara lain adalah surat yang ditujukaan kepada hereditus dan pitokles. Keduanya merupakan filsuf besar dengan masa hidup yang hampir sama dan setelah epikuros. Berkaitan dengan pemikirannya, surat tersebut mengandung nilai ajaran filsafat alam.

Selain itu, karya lain yang masih utuh adalah surat dari Epikuros yang ditujukan untuk Menoikeus. Surat tersebut berisikan rangkuman ajaran moral Epikuros semasa hidupnya. Karya lain yang ditemukan adalah penggalan dari karya risalahnya yang berjudul

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.