DEMA FUPI UIN SUKA Gelar Seminar Sambut Hari Pahlawan

Google News
Ketua DEMA FUPI UIN Sunan Kalijaga Kirwan
Ketua DEMA FUPI UIN Sunan Kalijaga Kirwan saat memberikan sambutan di Seminar Hari Pahlawan Nasional (Foto: Zainul)

Yogyakarta, Pewartanusantara.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Seminar Hari Pahlawan Nasional yang bertajuk “Upaya Reinterpretasi Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari” yang diselenggarakan secara online dan offline di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Senin (8/11).

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI KH. Hilmy Muhammad, Pengasuh PP Budaya Kaliopak KH Jadul Maula dan Kepala Prodi Magister Sejarah Peradaban Islam Syamsul Arifin.

Ketua DEMA FUPI, Kirwan dalam sambutannya mengatakan semangat dalam memperjuangan kemerdekaan yang puncaknya pada 10 November di Surabaya tidak lepas dari peran KH Hasyim Asy’ari melalui fatwa resolusi jihadnya.

“Saya ingat kata Bung Karno ‘jangan sekali-kali melupakan sejarah’. Inilah yang menjadi inspirasi kami di DEMA untuk turut serta dalam mengingat jasa pahlawan,” kata Kirwan.

Pada Peringatan Hari Pahlawan tersebut, menurut Kirwan terlaksana dengan serangkaian agenda beberapa hari ke depan akan terlaksana, salah satunya penyelenggaraan lomba Futsal se-DI Yogyakarta.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Inayah Rohmaniyah dalam sambutan pembukaannya mengatakan acara ini merupakan langkah dan gerak nyata mahasiswa dalam mengingat jasa pahlawan.

“Apa yang diselenggarakan DEMA ini merupakan hal yang sejalan dengan visi dan misi fakultas. Reinterpretasi resolusi jihad ini salah satu upaya ijtihad mahasiswa dalam menafsirkan kembali resolusi jihad di masa sekarang,” kata Inayah.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawanny,” imbuh Inayah mengutip kata Bung Karno.

Inayah berharap, peran pahlawan dapat menjadi rujukan moral yang praksis bagi mahasiswa untuk terus memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia

“Mereka menghabiskan energi dan tumpah darah mereka untuk kemerdekaan yang kita nikmati sekarang, jika kita tidak menghagai jasa mereka kita tidak pantas untuk mengatakan kita unggul dan terkemuka,” tegas Inayah.

Selain pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan, Inayah mengatakan para dosen, guru, dan kiai juga pahlawan yang berjuang dalam memberikan pengetahuan bagi kita.