Sosok

Biografi Thomas Reid Tokoh Filsafat Rasionalisme

Thomas Reid
“In every chain of reasoning, the evidence of the last conclusion can be no greater than that of the weakest link of the chain, whatever may be the strength of the rest.” - Thomas Reid, Essays On The Intellectual Powers Of Man

Pewartanusantara.com – Banyak tokoh filsafat dari berbagai belahan dunia yang telah mengemukakan pandangannya terhadap sesuatu sesuai dengan aliran filsafat yang dianutnya. Anda dapat mengetahui para tokoh tersebut hingga pemikirannya melaui biografi mereka. Salah satu biografi tokoh filsafat yang perlu Anda ketahui adalah biografi Thomas Reidsebagai salah satu tokoh filsafat Rasionalisme.

Riwayat Hidup dan Pendidikan Thomas Reid

Thomas Reid adalah seorang tokoh filsafat yang lahir pada tanggal 26 April 1710 dan meninggal pada tanggal 7 Oktober 1796. Riwayat pendidikan menjadi salah satu aspek yang perlu Anda ketahui dari biografi tokoh ini. Pada awalnya, ia beIajar University of Aberdeen. Kemudian pada tahun 1737 Thomas Reid melanjutkan pendidikannya ke The Ministry in New Machar.

“In every chain of reasoning, the evidence of the last conclusion can be no greater than that of the weakest link of the chain, whatever may be the strength of the rest.”

Thomas Reid, Essays On The Intellectual Powers Of Man

Karya dan Perjalanan Hidup

Pada tahun 1748 Thomas Reid menerbitkan esainya yang berjudul An Essay on Quantity tentang Hutcheson’s Inquiry into the Origin of Our Ideas of Beauty and Virtue. Dalam hal ini ia diberikan gelar sebagai guru besar di King’s College Aberdeen pada tahun 1752. Meskipun ini hanya satu-satunya karya yang diterbitkannya pada waktu itu namun menjadi bagian penting dari biografi Thomas Reid.  

Setelah itu, Thomas Reid mendapatkan gelar guru besar di University of Glasgow pada tahun 1764. Beberapa tahun kemudian ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut tepatnya pada tahun 1784. Hal tersebut dilakukannya dengan tujuan agar ia memiliki banyak waktu untuk menulis karyanya  yang berjudul Essays on Intellectual Powers of Man pada tahun 1788.

Pemikiran Thomas Reid

Tokoh filsafat yang satu ini telah menyusun pemikiran episteme tentang Objek yang Tidak Ada. Ia percaya bahwa setiap orang dapat membayangkan objek yang tidak ada. Hal ini sepertinya tidak sesuai dengan dugaan filsafat akal sehatnya. Ia mengakui adanya kemampuan bernalar tetapi mereka yang menyangkal hal ini juga menggunakan nalarnya untuk menyangkal hal tersebut.

Tokoh ini merupakan salah satu tokoh filsafat yang menggunakan tema perbandingan akal sehat untuk mencari jalan keluar dalam pembahasan masalah filsafat. Dalam hal ini ia menegaskan bahwa untuk menyimpulkan sebuah hakikat itu tidak selalu mencari faktor dari luar melainkan dengan anatomi dari yang akan dijelaskan.

  • Akal sehat (Common Sense)

Dalam biografi Thomas Reid, ia dikenal sebagai The Father of Common Sense Philosophy. Menurutnya, setiap manusia sudah dibekali dengan akal sehat sebagai kemampuan untuk memilah sesuatu yang masuk akal di dunia ini. Ia menuliskan sebuah karya yang berjudul An Inquiry into the Human Mind on the Principles of Common Sense pada tahun 1764.

Dalam karyanya tersebut, Thomas Reid mengungkapkan bahwa kelima panca indera dalam diri manusia mamberikan ilmu pengetahuan terhadap dunia. Dalam hal ini, ia membantah anggapan yang telah dikemukakan oleh David Hume bahwa pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Thomas Reid menegaskan bahwa suatu pengetahuan juga didapat dari proses penalaran akal sehat.

  • Kemampuan Psikologi (Faculty Psychology)

Anda perlu mengetahui bahwa maksud dari faculty psychology ini adalah mengacu pada berbagai kemampuan untuk mendeskripsikan pikiran. Menurut kemampuan psikologi ini kemampuan pikiran berpusat didalam otak manusia. Misalnya seperti presepsi manusia, dalam hal ini dikarenakan manusia memiliki kemampuan untuk membuat presepsi. Thomas Reid mempercayai bahwa kemampuan-kemampuan merupakan bagian dari pikiran yang ada kemudian mempengaruhi pada perilaku dan pikiran manusia. Seluruh kemampuan yang ada dalm diri manusia telah ada dalam diri manusia secara alamiah ketika baru dilahirkan dan bekerjasama dengan kemampuan yang lainnya.

Baca juga: Biografi David Hume Tokoh Pencerahan Skotlandia

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.