Sosok

Biografi Thomas Paine Beserta Kiprah dan Pengaruhnya

Thomas Paine
Thomas Paine merupakan anak dari seorang pembuat korset yaitu, Quaker dan Angklingan yang lebih tua. Ia lahir pada tahun 1737 tepatnya, tanggal 29 bulan januari di Norfolk, Inggris. Thomas Paine memimpikan karir angkatan laut, akan tetapi ia harus magang untuk ayahnya. (Ilustrasi: jacobinmag.com)

Pewartanusantara.com – Dalam sejarah Amerika, Thomas Paine merupakan salah satu tokoh penting. Ia bukan hanya seorang filsuf, namun juga seorang pejuang revolusioner. Biografi Thomas Paine sangat menarik, karena ia berasal dari Britania Raya tapi mendukung revolusioner di Eropa dan Amerika. Untuk lebih mengenalnya, berikut ini adalah riwayat hidup, pemikiran dan karya-karya Thomas Paine.

Riwayat Hidup

Thomas Paine merupakan anak dari seorang pembuat korset yaitu, Quaker dan Angklingan yang lebih tua. Ia lahir pada tahun 1737 tepatnya, tanggal 29 bulan januari di Norfolk, Inggris. Thomas Paine memimpikan karir angkatan laut, akan tetapi ia harus magang untuk ayahnya.

Saat usianya 16 tahun, ia mendatangi sebuah kapal atas perintah seseorang yang bernama Kapten Kematian. Kapal tersebut adalah The Terrible. Namun, ayah Paine kemudian turun tangan. Beberapa tahun kemudian, Thomas Paine bergabung menjadi awak King of Prussia, yaitu sebuah kapal swasta dan bertugas selama perang.

Pada tahun 1768, Thomas Paine bekerja di pantai Sussex sebagai petugas cukai. Kemudian di tahun 1772 ia menulis sebuah pamflet yang memuat argumennya atas keluhan rekan kerja atas pekerjaannya. Pamflet tersebut dicetak sebanyak 4000 salinan untk dibagikan pada anggota Parlemen inggris.

Lalu, dua tahun setelahnya, Paine bertemu dengan Benjamin Franklin yang mengirim surat pengantar untuk membujuknya bermigrasi ke Amerika. Kemudian, tiga bulan selanjutnya Paine berada di sebuah kapal dengan tujuan Amerika.

Pemikiran dan Pengaruh Thomas Paine

Selain pamfletnya yang dibagikan kepada parlemen Inggris tentang keluhan rekan-rekan kerja atas pekerjaannya, Thomas Paine juga membuat tulisan lainnya. Pamflet karyanya yang paling populer adalah Common Sense yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1776, tepatnya tanggal 10 januari.

Salinan pamflet tersebut dengan segera terjual dalam jumlah ribuan. Bahkan, pada akhir tahun saja, jumlah yang sudah dijual dan dicetak mencapai 150.000 eksemplar. Jumlah tersebut termasuk banyak pada masanya. Apalagi pamflet tersebut juga masih dicetak sampai hari ini.

Pada sejarah Amerika, Common Sense sangat berpengaruh. Dapat dikatakan bahwa pamflet inilah yang menganjurkan kemerdekaan Amerika atas penjajahan. Dalam Common Sense ia beranggapan bahwa pemerintahan yang dibentuk secara keturunan atau aristokrasi atau monarki tidak lebih unggul dari pemerintahan representasional.

Pamfletnya tersebut memang sangat berpengaruh pada perjuangan kemerdekaan Amerika. Tidak heran jika Thomas Paine termasuk yang dianggap mendukung perjuangan revolusioner Amerika. Selain itu, ia juga berpengaruh di benua asalnya, yaitu Eropa dengan menawarkan “hak manusia” sebagai pertahanan dan penggerak revolusi prancis.

Karya Thomas Paine

Biografi Thomas Paine menggambarkan bahwa ia tidak hanya seorang filsuf, namun juga seorang penulis. Ia banyak menulis tentang isu-isu di sekitarnya, seperti argument tentang keluhan pekerja di Sussex pada tahun 1772. Selain itu, karyanya yang tidak bisa dilupakan adalah Common Sense.

Karya lain dari Thomas Paine lainnya adalah makalah krisis Amerika, “Hak Manusia” atau Rights of Man dan esai “The Age of Reason”. Ini merupakan tulisan terakhirnya tentang kritik kelembagaan agama dan teologi Kristen

Kematian Thomas Paine  

Karena tulisannya berjudul “The Age of Reason”, Thomas Paine menjadi sangat dibenci di Amerika karena mengkritik nubuat Al-Kitab. Ia meninggal di New York City pada tahun 1809, tepatnya tanggal 8 Juni.

Pada biografi Thomas Paine, dokter yang merawat Paine bertanya, sebelum meninggal apakah ia menerima Yesus Kristus? Namun, Paine berkata bahwa “Aku tidak mau mempercayai itu”. Thomas Paine dimakamkan di New Rochelle, yang merupakan propertinya.

Baca juga: Biografi Mary Wollstonecraft, Sang Filsuf Wanita dari Britania Raya

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.