Sosok
159 Views

Biografi Thomas Hobbes Filsuf yang Lahir di Malmesbury

Thomas Hobbes
“The source of every crime, is some defect of the understanding; or some error in reasoning; or some sudden force of the passions. Defect in the understanding is ignorance; in reasoning, erroneous opinion.” - Thomas Hobbes, Leviathan

Pewartanusantara.com – Pada sekitar periode 1960an terdapat seorang tokoh filsafat yang sangat berpengaruh dalam kajian moral dan politik bernama Thomas Hobbes. Tokoh filsafat ini terkenal lewat salah satu bukunya yang berisi pemikiran-pemikiran briliannya. Thomas sangat disegani di berbagai negara di zamannya, sehingga biografi Thomas Hobbes pun banyak didokumentasikan. Berikut ini cuplikannya.

Riwayat Hidup Thomas Hobbes

Thomas Hobbes adalah seorang filsuf yang lahir di Malmesbury pada tahun 1588. Malmesbury merupakan salah satu kota kecil yang tidak jauh dari London.

Hobbes lahir pada 15 April bertepatan dengan insiden penyerangan Spanyol ke wilayah negara Inggris. Konflik yang dialami Hobbes tidak hanya itu karena setelah lahir ke dunia beliau harus berpisah dengan orang tuanya dan berada pada pengasuhan pamannya.

Hobbes memulai karirnya dengan mengenyam pendidikan di Magdalen Hall. Semenjak remaja, Hobbes sangat menyukai bidang astronomi terlebih pembelajaran tentang jenis tanah, peta bumi serta tata surya. Hobbes kecil mengaku tidak menggemari ilmu fisika dan logika bawaan Aristotales karena membosankan dan kurang menantang.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Hobbes dipercayai untuk menjadi tangan kanan pangeran Cavendish. Hobbes sebagai orang terpercaya bertugas mengurus seluruh kebutuhan pangeran sekaligus mengajari pangeran. Pengabdian Hobbes tersebut akhirnya membuahkan hasil saat beliau diajak berhijrah ke negara Prancis dan Italia sekaligus untuk memulai debutnya.

Hobbes terus-menerus mengembangkan keahliannya hingga nafas terakhirnya di umur 91 tahun. Pada akhir hayatnya Hobbes pernah berkhianat pada kerajaan cavendish yang pernah memberinya kehidupan dan memilih aliran anti monarki. Menurut buku biografi Thomas Hobbes, ia bisa hidup dengan mudah setelah beliau bebas dari status tawanan karena kebijaksanaan raja berikutnya.

Pemikiran Thomas Hobbes

Secara umum, Hobbes mempunyai pemikiran yang berdasar pada konsep empirisme. Menurut konsep empirisme pengetahuan berawal dari pengalaman. Dalam hal ini, Hobbes memiliki pandangan sendiri tentang filsafat. Menurutnya filsafat adalah ilmu sebab musabab karena faktanya dapat dicari. Pendapat Hobbes tersebut secara tidak langsung menunjukkkan kebenaran yang bersifat inderawi.

Pemikiran Hobbes yang sangat terkenal adalah mengenai materialisme. Menurut gagasannya, Hobbes berpendapat jika manusia terbentuk dari materi. Pendapat Hobbes satu ini tidak banyak disebutkan pada tulisannya, akan tetapi dapat mematahkan pendapat lawannya.

Hasil pemikiran lain dari Hobbes adalah mengenai kemandirian filsafat. Menurut hobbes yang menjadi salah satu tokoh pendirinya menyatakan jika filsafat telah diakulturasi dengan konsep keagamaan. Pendapat Hobbes satu ini menjadikan sebuah pendapat jika filsafat memiliki objek yang nyata. Pendapat hobbes ini menjadikan filsafat memiliki batasan dalam segi masalah.

Batasan masalah yang diungkapkan Hobbes menjadikan pembagian ilmu filsafat menjadi bidang geometri, fisika, etika dan politik. Di samping itu, Hobbes memiliki banyak pemikiran lain misalnya seperti manusia dan bentuk kenegaraan.

Pengaruh Thomas Hobbes

Pada buku biogradi Thomas Hobbes juga dijelaskan pengaruh dari pemikiran tokoh filsafat tersebut. Karya-karya tulis maupun cetak dari Hobes sangat berpengaruh terhadap perkembangan filsafat moral dan filsafat politik generasi berikutnya. Pengaruh Hobbes selain kental di negara kelahirannya juga kental di negara-negara tetangga.

Salah satu tokoh filsafat yang terpengaruh oleh Hobbes adalah Spinoza yang mulai terhasut dalam aspek politiknya. Hobbes juga berpengaruh dalam memunculkan konflik perdebatan pertama mengenai determinasi dan sebuah kehendak yang bebas.

Tokoh inji juga memiliki pengaruh baik meskipun tidak luput dari konflik. Hobbes merupakan ahli bahasa yang berpendapat bahwa bahasa bukan hanya menyatukan dunia tapi juga mencerminkan perilaku dan juga kebaikan. Secara harfiyah, Hobbes juga merupakan bapak filsafat modern pertama yang bergerak di bidang moral.

Baca juga: Biografi Galileo Galilei, Seorang Filsuf, Astronom dan Metematikawan

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.