Sosok
349 Views

Biografi John Dewey, Pencipta Teori Learning by Doing

John Dewey
Foto: こころの探検

Pewartanusantara.com – Bagi Anda pecinta filsafat, pasti tak asing lagi dengan nama John Dewey. Kiprahnya sebagai filsuf Amerika membawa ide-ide besar yang berpengaruh terhadap dunia. Kira-kira seperti apa sosok Jonh Dewey dan pemikiran besarnya? Di sini Anda akan mengenal biografi John Dewey.

Siapa John Dewey?

John Dewey merupakan seorang filsuf Amerika yang lahir di Burlington, Vermont, Amerika Serikat pada 20 Oktober 1859. Setelah lulus dengan gelar sarjana pada 1879 di University of Vermont, ia melanjutkan studi untuk meraih gelar doktor di University of Hopkins pada 1884.

Dewey, begitulah ia disapa. Ia kemudian mulai mengajar filsafat dan psikologi di University of Michigan. Seiring waktu, minatnya bergeser dari filosofi Friedrich Hegel ke psikologi eksperimental baru yang diserukan Stanley Hall dan William James.

Ketertarikannya dengan psikologi anak, mendorong dirinya untuk mengembangkan filosofi pendidikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat demokratis yang berubah. Selanjutnya ia bergabung dengan fakultas filsafat University of Chicago. Di sana ia mulai menumbuhkan pedagogi progesifnya melalui Sekolah Laboratorium.

Selain itu, ia juga mendirikan sekolah untuk menguji atau mempraktikkan teorinya. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, ia bekerja keras mendidik dan mengumpulkan orang-orang yang akan meneruskan cita-citanya.

Menarik! Berikut Fakta John Dewey

Fakta menarik John Dewey yang perlu Anda ketahui adalah kiprahnya yang begitu besar di dunia pendidikan. Dewey menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan. Dari pendidikan sarjana hingga doktoral konsistensi dan ide-ide besar pendidikan digelutinya.

Sementara itu, profesinya sebagai dosen yang kemudian mendirikan sekolah sebagai uji coba langsung terhadap teorinya, menjadikan ia dikenal sebagai guru besar pendidikan Amerika. Kontradiksi pendidikan tradisonal di sana menuai kritik yang kemudian ia tuangkan dalam bukunya. Hal inilah masyarakat kemudian banyak mengenal Dewey sebagai tokoh penting pendidikan.

Ini Karya yang Membuat John Dewey Berpengaruh

Di bidang pendidikan, metode belajar learning by doing atau belajar sambil melakukan telah banyak dikenalkan oleh tenaga pengajar di berbagai institusi. Teori tersebut merupakan teori yang pertama kali dikenalkan oleh John Dewey. Sebenarnya karya-karya seperti apa yang telah dituai oleh seorang filsuf ini?

Pada biografi John Dewey disebutkan bahwa ia telah menyusun teori di bidang pendidikan. Oleh karenanya, karya-karya Dewey tak jauh ranahnya dari pendidikan. Karyanya yang paling terkenal adalah Experience and Education. Buku ini membahas konsep pendidikan berbasis pengalaman.

Dalam bukunya, Dewey menyampaikan kritikan terhadap pendidikan tradisional. Ia menyebutkan bahwa pendidikan tradisional cenderung memaksakan para pelajar muda. Mulai dari pemberian beban yang menekan standar sampai dengan mata pelajaran dan metode orang dewasa. Hal itulah yang justru diajarkan kepada mereka yang baru saja tumbuh belajar.

Kurikulum pendidikan kemudian menuntut sikap peserta didik agar patuh, tetapi tidak memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi materi yang diberikan. Hal itu dipandang Dewey bahwa pendidikan tradisional tidak cukup memadai untuk menyelesaikan persoalan. Metode yang seharusnya benar adalah pendidikan yang berbasis pada pengalaman.

Konsepsi Pendidikan Menurut Dewey

John Dewey berkeyakinan bahwa pendidikan yang sebenarnya adalah pendidikan yang berdasarkan pengalaman. Namun, pengalaman juga ada yang bersifat mendidik dan ada yang tidak mendidik. Pengalaman yang tidak mendidik itulah yang justru akan merusak pendidikan. Lantas, pendidikan berbasis pengalaman seperti apa yang benar?

Pendidikan berbasis pengalaman adalah cara mendidik dari pengalaman kemudian disampaikan melalui pengalaman dan bertujuan untuk memberikan pengalaman. Dari konsep learning by doing inilah, peserta didik dapat meningkatkan kualitas pengalaman yang semakin baik untuk pertumbuhan.

Prinsip yang dipegang dalam metode ini adalah kesinambungan pengalaman dan prinsip interaksi. Pengalaman yang satu harus dapat berperan terhadap pengalaman selanjutnya. Inilah yang disebut sebagai kesinambungan pengalaman.

Adapun prinsip interaksi berarti dari pengalaman yang ada diharapkan dapat merangsang seseorang untuk bertindak. Tindakan ini harus dapat memengaruhi pengalaman berikutnya. Akibatnya selalu terjadi interaksi antara sebelum dan sesudah melakukan tindakan.

“Give the pupils something to do, not something to learn; and the doing is of such a nature as to demand thinking; learning naturally results.”
― John Dewey

Pelajaran yang dapat diambil dari biografi John Dewey tersebut adalah apabila pendidikan saat ini memang perlu dikritik, maka kritiklah. Namun, Anda juga perlu berpikir, untuk membuat kritik, minimal Anda harus dianggap sebagai orang yang kompeten di bidang tersebut.

Baca juga: Biografi William James dan Teorinya

Tentang Penulis

pewarta