Sosok

Biografi Gottfried Wilhelm Leibniz dari Jerman

Gottfried Wilhelm Leibniz
“He who hasn't tasted bitter things hasn't earned sweet things.” - (Gottfried Wilhelm Leibniz, Discourse on Metaphysics and Other Essays)

Pewartanusantara.com – Gottfried Wilhelm Leibniz merupakan seorang tokoh filsuf yang terkenal di Jerman. Leibniz juga dikenal sebagai ahli matematika dan penasehat politik. Gottfried Wilhelm Leibniz memiliki penemuan di berbagai bidang yang membuat namanya semakin dikenal. Nah, untuk mengenalya lebih jauh, simak biografi Gottfried Wilhelm Leibniz sebagai berikut.

Kehidupan Awal Gottfried Leibniz

Gottfried Wilhelm Leibniz merupakan keturunan dari keluarga Lutheran Jerman. Leibniz banyak menghabiskan masa kecilnya untuk belajar secara mandiri di perpustakaan milik sang ayah. Pada tahun 1661 Gottfried Wilhelm Leibniz melanjutkan pendidikannya di bidang hukum. Leibniz memilih Universitas Leipzig dan bergabung bersama orang yang merevolusi pemikiran dari filsuf ahli.

Gottfried Leibniz

“Music is the hidden arithmetical exercise of a mind unconscious that it is calculating.”

(Gottfried Wilhelm Leibniz)

Gottfried Wilhelm Leibniz pernah mempunyai gagasan untuk membuat para pemikir modern berdamai. Tesis pendidikannya terinspirasi dari teori yang menekankan pada eksistensi individu. Hasil tesis ini merupakan benih untuk karya besarnya. Setiap karya dari Leibniz ini berdasarkan penalaran dan kombinasi berbagai elemen yang teratur.

Hasil Karya

Karya Gottfried Wilhelm Leibniz banyak berupa tulisan dari hasil pemikiran dan penelitiannya. Gagasan Leibniz ini banyak berisi tentang meditasi pengetahuan dan kebenaran. Karya lain yang melengkapi biografi Gottfried Wilhelm Leibniz adalah tulisannya tentang metafisika. Karyanya ini memiliki korespondensi dengan Arnauld.

Leibniz juga menghasilkan karya esai pemahaman manusia yang teodise dan monadologi. Tokoh filsuf ini juga menghasilkan karya di bidang lainnya, misalnya matematika, sejarah, sains, dan yurispindensi. Salah satu hasil karya besarnya di bidang matematika adalah integral dan kalkulus. Karya besarnya ini dikembangkan oleh generasi yang berikutnya.

Periode Hanoverian gottfried wilhelm leibniz

Gottfried Wilhelm Leibniz memiliki gagasan mengenai cara untuk membuat pendidikan lebih praktis. Leibniz juga bekerja di bidang peralatan mekanisme  dan membuat eksperimen menggunakan fosfor dengan tujuan menyempurnakan kereta. Ia juga memperbaiki pompa angin yang digunakan untuk mengeksploitasi tambang.

Semua hipotesis dan pengamatan yang sudah dilakukannya membuat Leibniz dicap sebagai ahli dalam ilmu geologi. Pada akhir tahun 1679, Gottfried Wilhelm Leibniz juga memberikan usulan mengenai dasar situs analisis atau secara luas dikenal sebagai topologi umum. Leibniz juga tetap bekerja dalam bidang filosofis dan semakin anti cartesian.

Pada masa kepemimpinan Ernest Augustus I, Leibniz menjadi patriot atau pelayan kekaisaran. Gottfried Wilhelm Leibniz banyak memberikan saran terkait peningkatan produksi linen dan desalinasi air. Ia juga memberikan gagasannya mengenai cara untuk untuk menulis dan mengarsipkan surat kerajaan dengan menggunakan bahasa latin dan Prancis.

Hal Yang Membuat Leibniz Terkenal

Ada beberapa hal yang membuat Gottfried Wilhelm Leibniz menjadi seorang tokoh terkenal para masanya. Leibniz dikenal sebagai polymath yang terakhir karena menjadi salah satu dari 3 besar tokoh rasionanlisme modern. Gottfried Wilhelm Leibniz, Descartes, dan Spinoza merupakan tokoh dunia yang dikenal dalam bidang rasionalisme saat masa awal.

Tokoh yang satu ini merupakan seorang tokoh kalkulus yang berusaha untuk memajukan pandangan dunia. Hal ini dilakukannya untuk menghilangkan segala cemoohan bahwa dunia merupakan yang terbaik. Beberapa hal tersebut membuat Gottfried Wilhelm Leibniz membuatnya menjadi tokoh terkenal yang ahli di berbagai bidang. Itulah beberapa hal yang penting diketahui dari biografi Gottfried Wilhelm Leibniz. Tokoh yang terkenal dalam filsafat ini juga mempunyai banyak karya besar di bidang lainnya. Karya Leibniz banyak dijadikan pedoman untuk pendidikan pada generasi setelahnya. Di samping itu, hasil karya  Leibniz juga banyak dijadikan sebagai dasar pengembangan hal besar lainnya di masa selanjutnya.

Baca juga: Biografi Benedict de Spinoza, Filsuf dari Abad ke-17

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.