Sosok

Biografi Friedrich Wilhelm Joseph Scelling Beserta Karyanya

Friedrich Wilhelm Joseph Schelling
Friedrich Wilhelm Joseph Schelling Gambar: Wikipedia

Pewartanusantara.com – Friedrich Wilhelm Joseph Schelling merupakan salah satu tokoh yang cukup terkenal di bidang filsafat. Scelling merupakan salah satu orang yang terlahir dari keluarga sederhana. Beliau lahir pada tahun 1775 dan mengakhiri hidupnya pada tahun 1854. Berikut merupakan Biografi Friedrich Wilhelm Joseph Scelling semasanya hidupnya.

Profil Friedrich Wilhelm Joseph Schelling

Friedrich Wilhelm Joseph Schelling atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama Schelling merupakan salah satu tokoh filsafat yang bersal dari Jerman. Beliau lahir di Kota Leonberg pada tanggal 27 Januari 1775. Tokoh  lahir dari keluarga yang patuh pada agama. Sang ayah merupakan seorang pendeta dan seorang pengajar.

Friedrich Wilhelm Joseph Schelling meskipun belum waktunya dewasa, beliau sudah sangat cerdas dan telah mampu menguasai berbagai banyak ilmu. Ketika usianya masih menginjak remaja pada 15 tahun Schelling sudah memasuki perguruan tinggi dan memilih mengambil kuliah di Universitas Tubingen.

Pada usianya yang menginjak 16 tahun Schelling sempat bertemu di kampusnya dengan Hegel dan Holderin yang merupakan seorang penyair. Schelling dan Holderin merupakan seorang filsuf yang pada akhirnya berpisah untuk memilih menempuh jalan filsafatnya sendiri. Berawal dari belajar bapa-bapa Gereja dan filsuf yunani kuno dan pada akhirnya teori ini bergeser menjadi filsafat.

Ketika usianya menginjak 23 tahun, Friedrich Wilhelm Joseph Schelling sudah menjabat sebagai seorang guru besar di Universitas Jena. Tak heran, di usianya yang muda tokoh ini sudah memperlihatkan bahwa beliau merupakan orang yang cerdas dan dapat dijadikan sebagai panutan lewat karya-karyanya.

Karya Friedrich Wilhelm Joseph Schelling

Biografi Friedrich Wilhelm Joseph Scelling banyak menceritakan karya yang telah beliau buat. Schelling pernah menerbitkan sebuah eksposisi pada tahun 1794 yang merupakan pemikiran dari die Möglichkeit einer form der Philosophie überhaupt. Karya yang berawal dari ekposisi ini membuat Schelling diakui banyak orang.

Tahun 1795 Schelling menerbitkan salah satu karya lagi berupa Vom Ich als Prizip der Philosopie, oder  über das Unbedingte im menschilichen. Karya tersebut masih menggunakan metode ficte. Terbitnya karya tersebut menyebabkan pecahnya persahabatan antara Schelling dengan fichte.

Karya filsafat Schelling tetap berkembang semasa hidupnya. Perkembangan dan pemikiran karya Schelling sampai saat ini berpengaruh besar. Hal tersebut terbagi menjadi empat periode, diantaranya yaitu periode filsafat alam, filsafat identitas, sinkretisme, dan teosofi.

Konflik Pribadi

Setelah menempuh pendidikan dan menjadi guru besar di Jena, tokoh ini sempat ke Wurzburg yang merupakan kota kecil. Disana Schelling bertemu dengan orang-orang yang dianggapnya musuh di masa pemerintahan. Tahun 1806, Schelling memilih untuk menjabat sebagai pejabat Negara pertama yang kemudian beralih ke sekretaris Royal Academy of Fine Arts

Tahun 1806 Schelling sempat menerbitkan buku yang mengkritik salah satu tokoh Fichte. Konflik yang ada bermula dari teori yang berbeda. Fichte menyatakan alam semesta sebagai lapangan tugas manusia, sedangkan Schelling memiliki pandangan bahwa realitas adalah identik dengan gerakan pemikiran yang memiliki revolusi secara dialektis.

Schelling sempat menerima komentar jelek dari Hegel yang mengarah pada teori filosofinya sendiri. Selanjutnya, ditahun yang sama Schelling memberikan sebuah pidato di akademi seni rupa tentang hubungan antara seni visual dan alam. Sampai akhir hayatnya, Schelling dan Hegel tetap saling mengkritik dalam buku-bukunya.

Akhir hidup Friedrich Wilhelm Joseph Schelling

Friedrich Wilhelm Joseph Schelling mengakhiri hidupnya pada usia 99 tahun. Karya-karya yang beliau ciptakan merupakan salah satu ilmu yang telah dipelajari sejak abad tahun yang lalu. Biografi Friedrich Wilhelm Joseph Scelling dikenal oleh banyak orang karena ilmu filsafatnya yang dapat digunakan hingga saat ini.

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.