Sosok

Biografi Alfred North Whitehead, Sang Filsuf yang Cerdas Sejak Kecil

Alfred North Whitehead
Sosok Alfred North Whitehead tidak hanya terkenal pasca menjadi seorang filsuf saja, tapi sejak kecil, ia sudah menjadi bahan perbincangan. Ini tidak lain karena ia pintar dan baik dalam hampir semua pelajaran, termasuk olahraga.

Pewartanusantara.com – Siapa bilang jika seorang filsuf haruslah yang mempelajari filsafat sejak awal karirnya? Tentu saja tidak, seperti Alfred North Whitehead yang merupakan seorang matematikawan asal Inggris yang kemudian menjadi seorang filsuf. Semula ia menulis tentang ilmu aljabar, logika, fisika, metafisika dan berbagai ilmu lainnya. Berikut biografi Alfred North Whitehead yang perlu Anda ketahui.

Riwayat Hidup Alfred North Whitehead

Sosok Alfred North Whitehead tidak hanya terkenal pasca menjadi seorang filsuf saja, tapi sejak kecil, ia sudah menjadi bahan perbincangan. Ini tidak lain karena ia pintar dan baik dalam hampir semua pelajaran, termasuk olahraga. Ayah Alfred adalah seorang pendeta yang juga memiliki banyak teman.

Alfred North Whitehead adalah lulusan Trinity College, Cambridge pada jurusan Matrikulasi di tahun 1880 dan menyandang gelar BA empat tahun kemudian. Saking cerdasnya, Alfred pernah memenangkan lomba yang merupakan pembahasan teori Maxwell mengenai teori elektrisiti dan magnetisme. Karenanya, Alfred kemudian mendapat beasiswa dan diminta untuk menjadi asisten dosen.

Pada tahun 1888, Alfred dipromosikan menjadi pengajar di Cambridge, padahal sebelumnya ia sudah lebih dulu mengajar di Girton College. Sayangnya, waktu mengajarnya di Cambridge tidak lama karena terganjal kasus yang mengatakan bahwa umur pengajar harus lah setidaknya 25 tahun.

Menikah dengan pujan hati yang bernama Evelyn Wade di London pada tahun 1890, Alfred North Whitehead dikaruniai sepasang anak laki-laki dan perempuan. Sosok Evelyn berbeda dengan Alfred yang pendiam sehingga dia menjadi sosok yang bersemangat mempelajari matematika murni beserta dengan mencanangkan proyek penulisan Treatise on Universal Algebra.

Dalam salah satu biografi Alfred North Whitehead dikatakan bahwa dulunya ia mengikuti kepercayaan kedua orangtua yang merupakan pengikut Anglikan. Namun, setelah menikah Alfred mengalami pertentangan batin selama hampir 7 tahun yang kemudian memutuskan untuk berpindah ikut Gereja katolik.

Kerja Sama dengan Bertrand Russel

Saat di Cambridge tahu 1890, Alfred bertemu dengan Bertrand Russel yang kebetulan pada saat itu, Alfred adalah seorang penguji. Alfred kemudian membantu Russel untuk mendapatkan beasiswanya. Sampailah keduanya dalam bekerja sama pada tahun 1900 dan membuat karya yang besar Principia Mathematica.

Keduanya merasa dekat terlebih sama-sama sadar bahwa mengidolakan satu orang yang sama yaitu Peano mengenai dasar-dasar matematika yang disampaikannya. Ketika itu keduanya sedang sama-sama melakukan penelitiannya sendiri sampai akhirnya Alfred gagal dan bekerja sama dengan Russel dengan hasil 3 jilid buku yang terbit pada tahun 1910, 1912 dan 1913.

Banyak yang berpendapat bahwa buku hasil kerja sama keduanya luar biasa. Ini di dasari oleh berbedanya latar belakang antara Alfred dan dan Russel yang notabene Alfred adalah seorang matematikiawan. Sedangkan Russel sendiri adalah filsuf dan buku yang dihasilkan adalah mengenai dasar-dasar matematika dengan logika.

Selain buku yang ditulis dengan Bertrand Russel, Alfred juga menulis karya lainnya yaitu Process and Reality (1929) yang merupakan buku tentang metafisika terbesar. Dalam buku tersebut, Alfred menjelaskan bahwa proses lah sebagai konstituen metafisika dasar dari dunia.

Masa Tua Sang Filsuf

Meninggal pada tahun 1947 di Amerika Serikat, banyak penghargaan yang diterima oleh Alfred North Whitehead semasa hidupnya. Ia pernah menjabat sebagai dosen di London selama 10 tahun sebelum akhirnya mendapat tawaran sebagai professor di Harvard pada tahun 1924 sampai pensiun. Dalam salah satu biografi Alfred North Whitehead disebutkan bahwa ia menerima medali Sylvester pada tahun 1925.

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.