Sosok
155 Views

Biografi Alfred Jules Ayer dan Konsep Filososfis Positivisme Logis-nya

Sir Alfred Jules Ayer
Foto: National Portrait Gallery

Pewartanusantara.com – Pada abad ke-20 M terdapat sebuah aliran filsafat ilmu pengetahuan yang diberi nama positivisme logis. Salah satu tokohnya yakni Alfred Jules Ayer yang merupakan seorang filsuf dari Inggris. Dia terkenal karena pemikirannya dalam mengembangkan konsep filososfis positivisme logis secara radikal. Untuk lebih jelasnya simak biografi Alfred Jules Ayer berikut ini.

Riwayat hidup Alfred Jules Ayer

Alfred Jules Ayer pertama kali menempuh pendidikan filologi klasik dan filsafat di Oxford. Kemudian Ia berkunjung ke sebuah Universitas di Wina pada saat pergi ke Austria. Setelah itu, Ia kembali ke Inggris dan diangkat menjadi dosen di Oxford. Tak berhenti disitu, akhirnya setelah perang dunia II ia pun diangkat lagi menjadi professor di Universitas London pada tahun 1946 hingga 1959.

Selain itu, Alfred Jules Ayer juga pernah menjadi seorang presiden Masyarakat Aritotelian pada tahun 1951 hingga 1952. Dia pernah pula belajar di St. Vincent Preparatory School, dan mendapatkan beasiswa dari gereja Kristus di Oxford. Pada saat itu, ia juga pernah menjadi salah seorang tokoh sosial yang sangat terkenal disana.

Dalam biografi Alfred Jules Ayer dijelaskan bahwa sebelum kematiannya pada 27 Juni 1989 di London, ia sempat membuat sebuah artikel yang menceritakan pengalaman sebelum kematiannya yang tidak biasa terjadi. Pada cuplikannya, ia berkata bahwa keyakinannya mulai melemah saat ia menghadapi kematian yang asli dalam hidupnya dan menurutnya kematian merupakan akhir dari hidupnya.

Pemikiran Alfred Jules Ayer

Alfred Jules Ayer juga salah satu tokoh aliran positivisme logis. Aliran ini termasuk aliran yang baru dalam perkembangan filsafat di abad 20-an.

Menurut Alfred jules Ayer, positivisme logis hanya memiliki makna suatu ucapan yang merupakan observation-statement. Hal ini berarti pernyataan yang menyangkut realitas inderawi, atau bisa disebut juga suatu ucapan yang dilakukan berdasarkan observasi.

Kesimpulannya yakni, suatu pernyataan akan mempunyai makna jika pernyataan tersebut sesuai dengan realitas inderawi. Sebagai penguat dari pandangan tersebut, Alfred Jules Ayer menyatakan adanya prinsip verifikasi sebagai tolak ukurnya. Dengan demikian, sudah jelas bahwa pernyataan yang tidak bermakna adalah pernyataan-pernyataan yang tidak dapat diverifikasi dan dianalisis secara logika.

Selain itu, Alfred jules Ayer juga berpendapat tentang theisme. Menurutnya theisme sangatlah kacau dan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan Tuhan tidak dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya. Hal tersebut juga tidak dapat dikatakan salah atau falsifikasi. Artinya, berbicara tentang kepecayaan atau ketidakpercayaan dan keyakinan atau ketidakyakinan sacara logika tidak mungkin.

Karya-karya Alfred Jules Ayer

Pada biografi Alfred Jules Ayer dijelaskan pula bahwa ia memiliki banyak karya diantaranya buku Language, Truth and Logic. Buku ini merupakan karya pertamanya yang sangat dikagumi oleh para peminat filsafat Inggris pada abad ke-20. Isi yang terdapat dalam buku ini dikemukakan sedikit radikal. Namun, bukan sesuatu yang baru dalam filsafat abad ini.

Beberapa isi dari buku Language, Truth and Logic juga searah dengan apa yang diungkapkan oleh Lingkungan Wina. Untuk karya keduanya yang juga termasuk penting berjudul The Problem of Knowledge (1956). Di dalam buku ini berisi tentang problem-problem yang berkaitan dengan skeptisisme filosofis.

“I do not believe in God. It seems to me that theists of all kinds have very largely failed to make their concept of a deity intelligible; and to the extent that they have made it intelligible, they have given us no reason to think that anything answers to it.”

Selain itu, masih banyak lagi karya-karyanya seperti The Foundation of Emperical Knowledge (1940); Russell (1972); The Origins of Pragmatism (1968); Probability and Evidence (1972); Russel and Moore, The Analytical Heritage (1971); dan The central Problem of Philosophy (1973).

Baca juga: Positivisme Logis ala Rudolf Carnap

Tentang Penulis

pewarta