Sosok

Berkenalan dengan Filosof Pencerah melalui Biografi Immanuel Kant

Immanuel Kant
“He who is cruel to animals becomes hard also in his dealings with men. We can judge the heart of a man by his treatment of animals.” - Emmanuel Kant

Pewartanusantara.com – Berbicara tentang pendidikan, tentu tidak pernah terlepas dari pemikiran-pemikiran para filosof terdahulu. Salah satu tokoh filosof yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan adalah Immanuel Kant. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui biografi Immanuel Kant agar mengenal lebih dalam tentang tokoh filsafat yang satu ini.

Riwayat Hidup Immanuel Kant

Pada tahun 1724, Immanuel Kant lahir di Konisberg pada tanggal 22 April 1724, Ayahnya bernama Johan George Kant yang merupakan seorang ahli dalam membuat baju besi dan Ibunya adalah Anna Regina Kant. Ayahnya juga dikenal sebagai ahli perdagangan sebelum terjadi kemerosotan di Konisberg pada tahun 1730-1740 yang menyebabkan keluarganya mengalami kesulitan ekonomi.

Immanuel Kant ditinggal Ibunya ketika masih berusia 13 tahun, kemudian pada usia 22 tahun Ayahnya juga pergi meninggalkannya untuk selamanya. Sementara itu, ia meninggal pada usia 79 tahun tepatnya pada tanggal 12 Februari 1804 di Konisberg, Kerajaan Prusia.

“Act in such a way that you treat humanity, whether in your own person or in the person of any other, never merely as a means to an end, but always at the same time as an end.”

Immanuel Kant, Grounding for the Metaphysics of Morals/On a Supposed Right to Lie Because of Philanthropic Concerns

Pendidikan dan Perjalanan Hidup Immanuel Kant

Saint George’s Hospital School adalah pendidikan dasar yang ditempuh oleh Immanuel Kant. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya ke sebuah sekolah yang menganut ajaran Pietist yaitu Collegium Fredericianum.

Hal ini dilakukan karena keluarganya adalah penganut kepercayaan Pietist yang merupakan salah satu agama yang ada Jerman. Dalam kepercayaan ini, penganutnya mendasarkan keyakinan mereka pada studi terhadap kitab suci dan pengalaman religiusnya.

Immanuel Kant melanjutkan pendidikannya ke University of Konisberg pada tahun 1740 dan mempelajari tentang filosofi, matematika, serta ilmu alam. Ia juga bekerja sebagai guru privat selama tujuh tahun dan berhasil mempublikasikan beberapa naskah yang ada kaitannya dengan pertanyaan ilmiah. Setelah menjadi dosen pada tahun 1755-1770, ia berhasil mempublikasikan naskahnya dengan berbagai topik.

Pemikiran dan Karya Immanuel Kant

Immanuel Kant adalah tokoh filosof yang memiliki perhatian terhadap bidang metafisika. Ia hidup pada masa puncak perkembangan Pencerahan, yang merupakan suatu masa dimana corak pemikiran rasionalitas berkembang pesat. Perannya sebagai salah satu tokoh Kritisisme telah memadukan dua pendekatan dalam pencarian keberadaan sesuatu sekaligus kebenaran substansial dari sesuatu itu.

Tokoh filosof Kritisisme yang satu ini mengatakan bahwa satu-satunya hal yang baik tanpa terkecuali sebelum melakukan sesuatu adalah niat baik. Maksud dari gagasan ini adalah orang baik atau orang yang berkemauan baik, karena sikap baik berbeda dengan berkemauan baik yang memang pada dasarnya diniatkan oleh manusia itu sendiri.

“Enlightenment is man’s release from his self-incurred tutelage. Tutelage is man’s inability to make use of his understanding without direction from another. Self-incurred is this tutelage when its cause lies not in lack of reason but in lack of resolution and courage to use it without direction from another. Sapere aude! ‘Have courage to use your own reason!’- that is the motto of enlightenment.”

Immanuel Kant, An Answer to the Question: What Is Enlightenment?

Perlu Anda ketahui bahwa pemikiran dari Immanuel Kant mengalami 4 periode. Keempat periode tersebut pembagiannya adalah sebagai berikut.

  • Periode Rasionalistik pada tahun 1760, masih dipengaruhi oleh Leibniz Wolf
  • Periode Empiristik tahun 1760-1770, adanya semangat skeptisisme
  • Tahap Kritik tahun 1770, mulai dari inaugural disertation
  • periode keempat berlangsung pada tahun 1770-1804, ia mengalihkan perhatiannya pada masalah religi dan masalah-masalah sosial.

Beberapa karya yang menjadi pelengkap dalam biografi Immanuel Kant diantaranya adalah Kritik der Reinen Vernunft terhadap Rasio Murni pada tahun 1781, Kritik der Praktischen Vernunft terhadap Rasio Praktis tahun 1788, dan pada tahun 1790 karyanya adalah Kritik der Urteilskraft terhadap Daya Pertimbangan).

Fakta tentang Immanuel Kant

Salah satu fakta yang perlu Anda ketahui dari biografi Immanuel Kant adalah ia tidak pernah berkeluarga sepanjang hidupnya. Tahukah Anda, sebenarnya ia sudah memiliki rencana untuk menikah dengan seorang janda cantik namun hal ini tidak terlaksana. Immanuel Kant juga pernah berencana untuk menikahi seorang gadis dari Westphalin. Hal ini dikarenakan ia terlalu lama dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Mengintip Biografi George Berkeley sebagai Filosof Modern

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.