News, Sport  

Ange Postecoglou: Revolusi Baru Tottenham Hotspur dengan Pelatih Kontroversial

Avatar
Google News
Ange Postecoglou: Revolusi Baru Tottenham Hotspur dengan Pelatih Kontroversial
Ange Postecoglou: Revolusi Baru Tottenham Hotspur dengan Pelatih Kontroversial - pewarta nusantara - (Foto: Football Scotland)

Pewarta NusantaraAnge Postecoglou Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Tottenham Hotspur. Keputusan ini menandai akhir dari spekulasi mengenai calon-calon ternama yang sebelumnya dikaitkan dengan posisi tersebut, seperti Julian Nagelsmann, Luis Enrique, dan Arne Slot.

Tottenham Hotspur akhirnya menemukan nakhoda baru dalam sosok Ange Postecoglou. Tottenham Hotspur telah mengikat Ange Postecoglou dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Meskipun namanya belum begitu dikenal di Inggris, ia merupakan seorang pelatih yang telah meraih banyak prestasi.

Postecoglou sudah mengantongi 12 trofi sepanjang karirnya. Lima di antaranya diraih bersama Celtic FC, tiga dengan South Melbourne, dua di Brisbane Roar, serta masing-masing satu dengan Yokohama Marinos dan timnas Australia.

Namun, meskipun memiliki banyak gelar, banyak pihak yang masih meragukan kemampuan Ange Postecoglou. Hal ini wajar mengingat ia belum pernah melatih di kompetisi papan atas Eropa.

Bahkan, pengalamannya melatih di Eropa baru berlangsung selama dua tahun saat ia menangani klub raksasa Skotlandia, Celtic FC. Inilah yang menjadi sumber pro dan kontra terkait penunjukan Postecoglou sebagai pelatih baru Tottenham Hotspur.

Meskipun banyak yang meragukannya, bos Tottenham Hotspur, Daniel Levy, tetap percaya bahwa Ange adalah sosok yang tepat untuk klub ini.

Pengalaman Ange dalam meraih beberapa gelar menjadi faktor utama yang membuat Levy yakin. Selain itu, Levy melihat potensi Ange untuk memadukan tim utama dengan akademi klub.

“Kami sangat senang dengan kedatangan Ange. Dia membawa mentalitas positif dan gaya permainan menyerang yang cepat,” ungkap Levy dalam pernyataan resmi klub.

“Ange memiliki catatan yang kuat dalam pengembangan pemain dan pemahaman akan pentingnya hubungan antara akademi dan tim utama,” tutup bos Tottenham Hotspur. (*Ibs)