Pewarta Nusantara

Amerika Rusak Proses Perdamaian Palestina-Israel

Trump
Foto/money.cnn.com

PEWARTANUSANTARA.COM – Diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel tentu menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan, karena berpotensi mengancam stabilitas keamanan dunia. Padahal keputusan Presiden AS tersebut Melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

“Tindakan AS tersebut dapat merusak proses perdamaian Palestina-Israel yang selama ini terus diupayakan,” ungkap Moh. Nur Huda selaku Sekjen Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI), Senin (11/12/2017).

Sudah menjadi hal yang lumrah diketahui bahwa status Yerusalem adalah persoalan internasional. Yerusalem merupakan wilayah khusus, sebab sakral bagi kaum Muslim, Kristen dan Yahudi. Menjadikan kota tersebut sebagai pangkal persoalan baru sungguh tidak bijaksana dan menyakiti umat muslim tentunya.

“Keputusan sepihak jelas menunjukkan tidak sensitifnya pihak AS dalam masalah Israel-Palestina. Setiap langkah seharusnya diambil dengan cermat dengan memperhitungkan semua aspek. Oleh karenanya umat Islam lewat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) harus bersatu dan menolak kebijakan Trump,” tutur Sekjen FKDMI.

FKDMI, lanjut Huda, yakin kedewasaan politik pemimpin muslim dibutuhkan demi membela rakyat Palestina serta menjaga kota Suci yang di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsha dimana merupakan tempat yang dimuliakan seluruh umat muslim. Huda berharap Pemimpin Muslim untuk bersatu padu melawan hegemoni kekuasaan Israel dan AS.

“Salah satu bentuk komunikasi itu adalah sidang khusus OKI, seperti disarankan Presiden Jokowi, untuk membahas persoalan krusial ini dengan pemimpin negara-negara muslim lainnya,” jelasnya.

Nonton Streaming TV Online.
Ardi Sentosa

Ardi Sentosa

Bukan super hero, bukan juga budak politik atau kepentingan manapun. Just Ardi Sentosa.

Advertisement